Pengertian Konsep Encapsulation OOP
Jadi pengertian konsep Encapsulation ini, kaya tentang pengikatan data atau bisa juga dengan metode yang berbeda yang disatukan menjadi satu kesatuan data.
Nah jadi, si Encapsulation ini juga dapat memudahkan kita untuk membaca kode, karena infomasi yang dipaparkan tidak perlu dibaca serinci itu dan sudah menjadi satu kesatuan.
Konsep Encapsulation memungkinkan kita untuk mengontrol akses ke data anggota suatu kelas. Dengan menyembunyikan detail implementasi, kita dapat melindungi integritas data dan mempermudah pengelolaan objek.
Selain memahami konsepnya, kamu pasti penasaran kan apa aja sih keuntungan dari OOP? Yuk, kita bahas!
Kelebihan dari OOP
Nah, setelah kita paham betul tentang OOP, sekarang saatnya kita bahas apa aja sih yang bikin OOP itu keren banget. Ternyata, OOP punya banyak kelebihan yang bikin kamu makin semangat ngoding, lho!
1. Parallel Development
Pemrograman paralel layaknya membangun rumah dengan banyak tukang. Setiap tukang membangun bagian rumahnya masing-masing secara bersamaan. Hasilnya, rumah jadi lebih cepat selesai dibandingkan jika dibangun satu orang saja. Begitu pula dalam pemrograman, dengan membuat kelas secara bersamaan, kita bisa menyelesaikan proyek jauh lebih cepat.
2. Reusable
Bayangkan kelas-kelas dalam OOP seperti lego. Setelah kita membuat satu jenis lego, kita bisa menggunakannya berulang kali untuk membangun berbagai macam bentuk. Kita tidak perlu membuat lego baru setiap kali ingin membuat bangunan yang berbeda. Begitu pula dengan kelas dalam OOP, kita bisa memanfaatkan kelas yang sudah ada untuk membangun aplikasi yang beragam.
3. Coding Lebih Mudah Diatur
OOP menawarkan struktur kode yang lebih terorganisir. Data dan fungsi di dalam OOP dikelompokkan menjadi unit-unit yang disebut objek. Hal ini memudahkan kita untuk menemukan, mengelola, dan mengubah bagian-bagian kode yang kita butuhkan.
Kekurangan Dari OOP
OOP adalah paradigma pemrograman yang kuat, namun memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan, terutama dalam hal kompleksitas.
1. Tidak Efisien
OOP seringkali melibatkan overhead yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan pemrograman lainnya. Hal ini disebabkan oleh mekanisme seperti virtualisasi dan polymorphism yang membutuhkan pemrosesan tambahan.
2. Membutuhkan Tingkat Manajemen Data yang Tinggi
Bayangkan OOP seperti sebuah rumah. Jika kita tidak merapikan rumah kita secara teratur, lama-kelamaan akan banyak barang bekas yang menumpuk dan membuat rumah menjadi berantakan. Begitu pula dengan kode OOP, jika tidak dikelola dengan baik, akan banyak kode yang tidak terpakai dan membuat program kita menjadi lambat dan sulit dipelihara.
3. Kemungkinan Duplikasi
Fleksibelitas OOP memang mengagumkan. Kita bisa dengan mudah membangun proyek baru dengan memanfaatkan kelas-kelas yang sudah ada. Namun, kebebasan ini juga bisa menjadi pisau bermata dua. Jika tidak hati-hati, kita bisa terjebak dalam pola pikir yang sama dan menghasilkan proyek yang kurang inovatif, seperti membuat kue ulang tahun dengan cetakan yang itu-itu saja.
Mengapa Harus Menggunakan OOP?
OOP itu seperti membangun rumah menggunakan balok LEGO. Setiap balok (kelas) memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda-beda. Dengan menyusun balok-balok ini, kita bisa membangun rumah impian kita dengan mudah dan cepat. Begitu pula dengan OOP, kita bisa membangun aplikasi yang kompleks dengan cara yang sederhana dan efisien.
OOP adalah paradigma pemrograman yang sangat berguna, namun perlu diingat bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Penggunaan OOP yang berlebihan tanpa pertimbangan yang matang dapat mengakibatkan proyek yang kurang kreatif dan inovatif.
Berikut adalah contoh dari Codingan Encapsulation :



Comments
Post a Comment